Multimedia Learning refers to situations in which people learn from words and pictures; also optionally, using other modes, such as haptic devices, smells, or tastes.

ISLAMIC RELIGIOUS

Islamic religious education is a conscious and planned effort in preparing students to know, understand, appreciate, to believe, the teachings of Islamic religion, accompanied by guidance to respect adherents of other religions in relation to harmony between religious groups to realize national unity and integrity understand the teachings of Islam as a whole. Then appreciate the goal, which ultimately can practice and make Islam a view of life.

SCIENCE AND TECHNOLOGY

Science and technology is a topic that encompasses science, technology, and the interactions between the two. Science is a systematic enterprise that builds and organizes knowledge in the form of explanations and predictions about nature and the universe. Technology is the collection of techniques, methods or processes used in the production of goods or services or in the accomplishment of objectives, such as scientific investigation, or any other consumer demands.

LANGUAGE

Language is a system of communication consisting of sounds, words, and grammar, or the system of communication used by people in a particular country or type of work. The functions of language include communication, the expression of identity, play, imaginative expression, and emotional release.

BOOK AND COLLECTION

Book collecting is the collecting of books, including seeking, locating, acquiring, organizing, cataloging, displaying, storing, and maintaining whatever books are of interest to a given collector. Book collecting can be easy and inexpensive: there are millions of new and used books, and thousands of bookstores, including online booksellers such as Kemdikbud, Gramedia, Abebooks, Alibris, Amazon, and Biblio.com.

AL-QUR'AN AND AL-HADITS

Al-Qur'an is a holy book that was revealed by Allah Swt to the Prophet Muhammad through the intermediary of the angel Gabriel to be conveyed to humans as a guide and a guide to life. The contents of the Qur'an can then be extracted and developed into various fields including: Faith, Morals, Worship and Sharia, Law, Science and Technology and History / Stories. Al-Hadith is everything that is based on the Prophet Muhammad either in the form of words, deeds, statements (taqrir) and so on.

Smart People – Niat – Doa - Sabar – Syukur – Ikhlas – Iman & Taqwa – Sport & Health – Dinamis - Knowledge Sharing - Knowledge is Power – Tarbiyah – Akhlakul Karimah - Tahfidz Al-Quran – Optimis – Kreatif – Elegan – Groupware – Telepresence – Mosque & Prayer Rooms – Hajar Aswad – Multazam – Ka’bah – Eleadership – ECommerce – EBusiness – Ma’rifat - Tawakkal – Rewards – Profit – Mulia – Dzikir – Shalat - Happy - Digital Communication - Ulil Albab - Power of Understanding - Wisdom

Thursday, April 18, 2019

10 METODE PEMBELAJARAN KURIKULUM 2013



10 METODE PEMBELAJARAN KURIKULUM 2013

1. EXAMPLES NON EXAMPLES
Contoh dapat dari kasus/gambar yang relevan dengan KD
Langkah-langkah:
  • Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran
  • Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan melalui OHP
  • Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan pada siswa untuk memperhatikan/menganalisa gambar
  • Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa, hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas
  • Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya
  • Mulai dari komentar/hasil diskusi siswa, guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai
  • Kesimpulan

2. PICTURES AND PICTURES
Langkah-langkah:
  • Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
  • Menyajikan materi sebagai pengantar
  • Guru menunjukkan/memperlihatkan gambar-gambar kegiatan berkaitan dengan materi
  • Guru menunjuk/memanggil siswa secara bergantian memasang/mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis
  • Guru menanyakan alasan/dasar pemikiran urutan gambar tersebut
  • Dari alasan/urutan gambar tersebut guru memulai menamkan konsep/materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai
  • Kesimpulan/rangkuman

3. NUMBERED HEADS TOGETHER (Kepala Bernomor, Spencer Kagan, 1992)
Langkah-langkah:
  • Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor
  • Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya
  • Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya/mengetahui jawabannya
  • Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka
  • Tanggapan dari teman yang lain, kemudian guru menunjuk nomor yang lain
  • Kesimpulan

4. COOPERATIVE SCRIPT (Dansereau Cs., 1985)
Skrip kooperatif : metode belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan bergantian secara lisan mengikhtisarkan, bagian-bagian dari materi yang dipelajari
Langkah-langkah:
  • Guru membagi siswa untuk berpasangan
  • Guru membagikan wacana/materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan
  • Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar
  • Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin, dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya.
  • Sementara pendengar :
    • Menyimak/mengoreksi/menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap
    • Membantu mengingat/menghafal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya
  • Bertukar peran, semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya. Serta lakukan seperti diatas.
  • Kesimpulan Siswa bersama-sama dengan Guru
  • Penutup

5. KEPALA BERNOMOR STRUKTUR  (Modifikasi Dari Number Heads)
Langkah-langkah:
  • Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor
  • Penugasan diberikan kepada setiap siswa berdasarkan nomorkan terhadap tugas yang berangkai
  • Misalnya : siswa nomor satu bertugas mencatat soal. Siswa nomor dua mengerjakan soal dan siswa nomor tiga melaporkan hasil pekerjaan dan seterusnya
  • Jika perlu, guru bisa menyuruh kerja sama antar kelompok. Siswa disuruh keluar dari kelompoknya dan bergabung bersama beberapa siswa bernomor sama dari kelompok lain. Dalam kesempatan ini siswa dengan tugas yang sama bisa saling membantu atau mencocokkan hasil kerja sama mereka
  • Laporkan hasil dan tanggapan dari kelompok yang lain
  • Kesimpulan

6. STUDENT TEAM-ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD)
TIM SISWA KELOMPOK PRESTASI (SLAVIN, 1995)
Langkah-langkah:
  • Membentuk kelompok yang anggotanya = 4 orang secara heterogen (campuran menurut prestasi, jenis kelamin, suku, dll)
  • Guru menyajikan pelajaran
  • Guru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota-anggota kelompok. Anggota yang tahu menjelaskan pada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti.
  • Guru memberi kuis/pertanyaan kepada seluruh siswa. Pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu
  • Memberi evaluasi
  • Kesimpulan

7. JIGSAW (MODEL TIM AHLI) (Aronson, Blaney, Stephen, Sikes, And Snapp, 1978)
Langkah-langkah:
  • Siswa dikelompokkan ke dalam = 4 anggota tim
  • Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang berbeda
  • Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang ditugaskan
  • Anggota dari tim yang berbeda yang telah mempelajari bagian/sub bab yang sama bertemu dalam kelompok baru (kelompok ahli) untuk mendiskusikan sub bab mereka
  • Setelah selesai diskusi sebagai tim ahli tiap anggota kembali ke kelompok asal dan bergantian mengajar teman satu tim mereka tentang sub bab yang mereka kuasai dan tiap anggota lainnya mendengarkan dengan sungguh-sungguh
  • Tiap tim ahli mempresentasikan hasil diskusi
  • Guru memberi evaluasi
  • Penutup

8. PROBLEM BASED ON INTRODUCTION (PBI)
(Pembelajaran Berdasarkan Masalah)
Langkah-langkah:
  • Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. Menjelaskan logistik yang dibutuhkan. Memotivasi siswa terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih.
  • Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut (menetapkan topik, tugas, jadwal, dll.)
  • Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah, pengumpulan data, hipotesis, pemecahan masalah.
  • Guru membantu siswa dalam merencanakan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya
  • Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan

9. ARTIKULASI
Langkah-langkah:
  • Menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
  • Guru menyajikan materi sebagaimana biasa
  • Untuk mengetahui daya serap siswa, bentuklah kelompok berpasangan dua orang
  • Suruhlan seorang dari pasangan itu menceritakan materi yang baru diterima dari guru dan pasangannya mendengar sambil membuat catatan-catatan kecil, kemudian berganti peran. Begitu juga kelompok lainnya
  • Suruh siswa secara bergiliran/diacak menyampaikan hasil wawancaranya dengan teman pasangannya. Sampai sebagian siswa sudah menyampaikan hasil wawancaranya
  • Guru mengulangi/menjelaskan kembali materi yang sekiranya belum dipahami siswa
  • Kesimpulan/penutup

10. MIND MAPPING
Sangat baik digunakan untuk pengetahuan awal siswa atau untuk menemukan alternatif jawaban
Langkah-langkah:
  • Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
  • Guru mengemukakan konsep/permasalahan yang akan ditanggapi oleh siswa/sebaiknya permasalahan yang mempunyai alternatif jawaban
  • Membentuk kelompok yang anggotanya 2-3 orang
  • Tiap kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi
  • Tiap kelompok (atau diacak kelompok tertentu) membaca hasil diskusinya dan guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru
  • Dari data-data di papan siswa diminta membuat kesimpulan atau guru memberi bandingan sesuai konsep yang disediakan guru
Share:

ADAB ORANG YANG BELAJAR DAN ORANG YANG MENGAJAR

10 ADAB ORANG YANG BELAJAR

  1. Mendahulukan pencucian hati dari kekotoran akhlak dan tercelanya sifat.
  2. Hendaklah pelajar menyedikitkan rintangan-rintangan, yaitu: sibuk dengan dunia, serta menjauh dari istri dan rumah.
  3. Hendaknya pelajar tidak takabur atas ilmu dan tidak menguasai orang yang mengajar, melainkan menyerahkan kepada pengajar kendali urusannya secara keseluruhan dalam setiap perincian.
  4. Orang yang memperdalam ilmu hendaklah memelihara diri – pada permulaan perkara – dari mencurahkan perhatian kepada perselisihan pendapat Ulama, baik yang dirembug itu termauk ilmu dunia maupun termasuk ilmu akherat.
  5. Pencari ilmu hendaklah tidak meninggalkan berbagai macam ilmu yang terpuji, kecuali dalam keadaan ia melihat macam ilmu itu, dengan melihat yang dapat menyampaikan pada maksud dan tujuan.
  6. Hendaklah pelajar tidak memperdalam satu macam diantara berbagai macam ilmu dengan sekaligus.
  7. Penuntut ilmu hendaklah tidak membicarakan tentang satu macam ilmu, sebelum ia menyempurnakan macam ilmu sebelumnya.
  8. Hendaklah penuntut ilmu mengetahui sebab yang bidang menemukan ilmu yang paling mulia.
  9. Hendaklah maksud pelajar pada waktu belajar, adalah penghias dan pencantik batinnya, dengan keutamaan-keutamaan.
  10. Hendaklah penuntut ilmu mengetahui hubungan ilmu-ilmu kepada tujuan, supaya ia tidak memilih ilmu luhur yang dekat, atas ilmu yang jauh: dan yang penting atas yang tidak penting.

8 ADAB ORANG YANG MENGAJAR

  1. Belas kasih kepada para pelajar dan hendaklah memperlakukan mereka seperti anak-anaknya sendiri
  2. Hendaknya pengajar mengikuti pemilik syara – Muhammad – Shalallahu'alaihi Wassalam, sehingga ia mengajarkan ilmu bukan untuk mencari upah dan tidak bermaksudkannya untuk mencari balasan, tidak pula supaya di puji, melainkan ia mengejar demi mengharapkan ridha AllahTa'ala dan agar bisa mendekatkan diri kepadaNya.
  3. Hendaklah pengajar tidak membiarkan sedikitpun dari membaguskan pelajar.
  4. Tugas ini termasuk lembutnya peraturan mengajar, yaitu hendaklah pengajar mencegah pelajar dari buruknya akhlak, sedapat mungkin dengan cara menyindir, tidak terang terangan dan dengan cara belas-kasih, bukan dengan cara menjelek-jelekan.
  5. Orang yang menekuni sebagian Ilmu, seyogyanya tidak menjelek jelekan ilmu-ilmu yang berada dibelakang pelajar, seperti: Pengajar bahasa yang biasanya menjelek jelekan ilmu fiqh; pengajar fiqh menjelek-jelekan ilmu hadis dan tafsir.
  6. Hendaknya pengajar membatasi pelajar, sesuai kadar pemahamannya. Jangan menyampaikan kepadanya, apa yang akalnya tidak sampai, sehingga membuat lari, atau mambingungkan akalnya.
  7. Terhadap pelajar yang pendek akalnya, seyogyanya di ajarkan ilmu yang nyata (konkrit) yang sesuai dengannya dan tidak menuturkan kapadanya, bahwa di belakang ilmu yang nyata itu terdapat perkara yang lembut (abstrak), tetapi hendaklah pengajar menyimpannya saja.
  8. Hendaklah pengajar mengamalkan ilmunya, sehingga perbuatannya tidak mendustakan perkataannya.
Sumber: Ihya 'Ulumuddiin Karya Imam Alghazali

Share:

Total Views

Andalusia

Jl Lapangan Krida Remaja Banjarnegara-53413
Telp: 0286 595295
HP: 0813-2711-1265
Email: hfendie@gmail.com
www.andalusia.sch.id

Blog Archive

Featured Post

10 METODE PEMBELAJARAN KURIKULUM 2013